Oktober 1, 2020

Berita Update

Beritaindo-news.com | Informasi Berita Terupdate Hari Ini

Jenis-Jenis Eksem di Kulit yang Tidak Boleh Diremehkan!

Jenis-Jenis Eksem di Kulit yang Tidak Boleh Diremehkan!

Jenis-Jenis Eksem di Kulit yang Tidak Boleh Diremehkan!

Beritaindo-news.com – Jenis-Jenis Eksem di Kulit yang Tidak Boleh Diremehkan! – Pernah mengalami keluhan tersebut? Hati-hati, bisa saja kamu terkena eksem atau awam menyebutnya eksim. Penyakit kulit yang umumnya menyerang bayi ini bisa terjadi pada siapa saja.

Gejala umum yang menyertai eksem adalah kulit kering kemerahan dengan sensasi seperti sisik, yang disertai rasa gatal yang teramat sangat. Ternyata, ada tujuh jenis eksem dan setiap jenisnya memiliki gejala khasnya. Yuk, kenali lebih lanjut!

dermatitis kontak

Ada dua jenis dermatitis kontak. Alergi karena terkena racun tanaman dan iritasi (yang paling sering terjadi) yang disebabkan oleh bahan pakaian dan perhiasan imitasi, atau zat kimia pada sabun serta detergen.

Gejala-gejala dermatitis kontak meliputi:

  • Kulit memerah dengan sensasi gatal, terbakar, dan perih;
  • Benjolan kecil muncul di kulit;
  • Lepuh yang jika digaruk mengeluarkan cairan dan mengeras;
  • Seiring berjalannya waktu, kulit mungkin menebal dan terasa bersisik atau kasar.

dermatitis atopik

“Atopik” berarti eksem sering menyerang penderita alergi atau asma yang diperburuk dengan reaksi eksem di kulit. Selain dipicu oleh faktor alergi, dermatitis atopik dipicu oleh faktor genetik, kondisi kulit, dan masalah imun tubuh.

Tanda-tanda yang menyertai dermatitis atopik adalah:

  • Ruam sering kali terbentuk di lipatan siku atau lutut;
  • Kulit di sekitar ruam bisa berwarna terang atau lebih gelap, atau menebal;
  • Benjolan kecil di kulit dan mengeluarkan cairan jika digaruk;
  • Untuk bayi, ruam biasanya muncul di daerah kulit kepala dan wajah, terutama pipinya;
  • Bisa menyebabkan infeksi kulit jika ruam digaruk.

Eksem Tangan

Biasanya eksem jenis ini terjadi pada orang-orang yang bekerja di salon atau pada pekerja pembersih gedung, yang merupakan akibat dari tangan yang terpapar zat yang memicu eksem di tangan mereka. Eksem tangan juga kerap dialami orang-orang yang bekerja di rumah sakit atau penatu.

Gejala yang muncul relatif mirip eksem pada umumnya, yaitu kulit tangan menjadi kemerahan karena lepuh dan disertai dengan rasa gatal, nyeri, kering, hingga membentuk retakan atau terlihat lecet.

Eksem dishidrosis

Eksem dishidrosis menyerang telapak tangan dan kaki. Sering dialami perempuan, eksem jenis ini disebabkan karena alergi, tangan dan kaki yang terlalu basah, paparan zat kimia, dan bisa juga karena faktor banyak pikiran dan stres.

Gejala yang muncul antara lain:

  • Lepuh yang terasa gatal hingga sakit muncul di telapak dan jari tangan serta kaki;
  • Jika lepuh tersebut pecah, kulit bisa bersisik, retak, hingga mengelupas.neurodermatitis

neurodermatitis

Neurodermatitis sering dikira dermatitis atopik. Namun, kondisi tersebut biasanya berawal dari eksem. Psoriasis dan stres sering dikaitkan dengan neurodermatitis.

Gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Bercak tebal dan bersisik yang terbentuk di lengan, tungkai, daerah belakang leher, kulit kepala, telapak kaki, punggung tangan, hingga kulit kelamin;
  • Bercak menyebabkan rasa gatal hebat, terutama saat sedang bersantai atau tidur;
  • Jika digaruk, bercak tersebut bisa mengalami luka, berdarah, dan terinfeksi.

dermatitis stasis

Dermatitis stasis terjadi pada orang yang memiliki masalah aliran darah di kaki bagian bawah. Stasis sendiri berarti aliran darah atau cairan terhenti di satu bagian tubuh. Jika katup yang biasanya memompa darah dari jantung ke kaki mengalami stasis, darah dapat menggenang di kaki, sehingga terjadi pembengkakan dan varises bisa terbentuk.

Berbeda dengan varises, dermatitis stasis terjadi karena cairan bocor dari pembuluh darah yang mengalami stasis ke kulit. Cairan ini menyebabkan pembengkakan, kemerahan, gatal, dan nyeri pada kulit. Gejalanya adalah:

  • Bagian bawah kaki membengkak, terutama pada siang hari saat kamu beraktivitas;
  • Kaki terasa sakit atau berat;
  • Timbulnya varises dan kulit di atas varises tersebut menjadi kering dan gatal;
  • Luka terbuka di bagian bawah dan atas kaki.

 

Jenis-Jenis Eksem di Kulit yang Tidak Boleh Diremehkan!

 

Eksem numular

Kata “numular” sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “koin”. Makanya, eksem numular membuat kulit terlihat seperti diwarnai pola polkadot. Eksem numular bisa disebabkan oleh kondisi kulit, gigitan serangga, alergi pada bahan pakaian atau zat asing, dan dipicu oleh eksem jenis lain di daftar ini.

Eksem numular menyebabkan hal-hal berikut ini pada kulitmu:

  • Munculnya bercak bersisik dan bermotif bundar mirip koin di kulit;
  • Bercak yang bersisik tersebut menimbulkan sensasi gatal.

Saat eksem menyerang, apa yang harus dilakukan?

Eksem datang dan pergi sewaktu-waktu dan untungnya tidak menular dari atau ke orang lain. Jika eksem tersebut datang tiba-tiba, kamu bisa melakukan hal-hal berikut untuk meringankan gejala eksem hingga sembuh:

  • Kompres kulit dengan es atau air dingin, atau mandi dengan air yang dicampur dengan baking soda untuk meredakan gatal;
  • Jauhi zat atau bahan pemicu eksem;
  • Gunakan pelembap kulit dengan krim atau salep berbahan dasar minyak untuk membentuk pelindung terhadap unsur-unsur pemicu eksem. Oleskan krim setelah mandi untuk mengunci kelembapannya;
  • Tepuk kulitmu dengan handuk lembut setelah mandi dan jangan digosok dengan kasar;
  • Hindari menggaruk kulit yang terkena eksem karena dapat menyebabkan infeksi meluas;
  • Gunakan detergen, pembersih, dan produk kecantikan tanpa pewangi;
  • Jika keseharianmu mengharuskanmu berhadapan dengan zat kimia, kenakan sarung tangan dan pakaian pelindung;
  • Biasakan mengenakan pakaian longgar yang terbuat dari serat lembut seperti katun.

Bila terkena eksem, pengobatan apa yang ampuh?

Untuk pengobatan eksem, dokter atau dermatolog akan meresepkan obat-obatan berikut, baik topikal (oles) maupun oral.

  • Krim dan salep kortikosteroid topikal: antiinflamasi dan dapat meredakan gejala utama eksem, seperti radang dan gatal di kulit.
  • Kortikosteroid sistemik: jika kortikosteroid tidak mempan, maka dapat disuntikkan atau diminum sebagai tablet. Kortikosteroid sistemik biasanya dijadikan pengobatan kombinasi karena gejala semakin parah jika kortikosteroid sistemik dihentikan.
  • Antibiotik: untuk membunuh infeksi bakteri di kulit.
  • Obat antivirus, antihistamin, dan antijamur: selain menangani infeksi virus dan jamur, obat antihistamin membuatmu tertidur pulas, sehingga eksem tidak terinfeksi karena digaruk.
  • Kalsineurin inhibitor topikal: untuk menekan aktivitas sistem imun dan meringankan gejala eksem pada kulit.
  • Pelembap: untuk memulihkan kulit dan mengganti cairan pada kulit yang hilang karena eksem.

Jika eksem bersifat ringan, selain obat atau salep, dermatolog biasanya akan melakukan fototerapi dengan paparan gelombang UVA atau UVB

Kapan harus ke dokter?

Jika kamu mengalami satu atau lebih eksem yang ada di atas dan gejalanya tidak mereda atau sampai mengganggu keseharianmu, sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis kulit atau dermatolog.

Untuk memudahkan diagnosis, catat hal-hal berikut ini:

  • Konsumsi makanan dan minuman;
  • Produk kecantikan, bahan kimia, sabun, dan detergen yang digunakan;
  • Kegiatan sehari-hari seperti berjalan-jalan di luar hutan atau berenang di kolam yang mengandung klorin;
  • Waktu yang kamu luangkan untuk mandi dan suhu air yang digunakan saat sedang mengalami stres.

Untuk mengetahui penyebab eksem, dokter juga akan melakukan tes tempel. Tes ini menempatkan sejumlah kecil zat asing yang ditempelkan ke kulitmu selama 20-30 menit dengan plester bening. Tes ini dapat membantu dokter mengetahui zat pemicu eksem, sehingga dapat dihindari nantinya.

 

Itulah jenis-jenis eksem yang bisa menyerang kulit beserta dengan diagnosis, pengobatan, dan metode untuk meringankan gejalanya. Ingat, seberapa besar rasa gatalnya, jangan pernah tergoda untuk menggaruknya, ya!^^

 

Baca Juga :