Januari 21, 2021

Berita Update

Beritaindo-news.com | Informasi Berita Terupdate Hari Ini

Stress Kala Hamil Pengaruhi Otak Bayi

Stress Kala Hamil Pengaruhi Otak Bayi

beritaindo-news.com – Stress Kala Hamil Pengaruhi Otak Bayi – Tidak bisa dipungkiri bahwa kehamilan sendiri mendorong perubahan. Perubahan yang signifikat pada tubuh dan pikiran yang kemudian membuat Ibu Merasa Stress dan Cemas.

Sebagian besar Ibu mulai merasakan tekanan yang sangat luar biasa dan khawatir akan tuntutan besar yang ditimbulkan oleh kehamilan. Ini semua Sebenarnya merupakan hal yang Normal saja. Terutama untuk Sebagian besar Ibu lainnya, Dan ada berbagai cara agar anda bisa menghilangkan stress tersebut.

Dan mengatasi stress ini sangat penting karena ketika anda menjalani kehaliman, Ada juga banyak perubahan yang kita alami oleh tubuh anda dan juga dapat mempengaruhi pertumbuhan Bayi kita.

Salah satu hal baru yang ditemukan para peneliti diantara wanita hamil adalah bagaimana tingkat stress yang bisa mempengaruhu perkembangan otak bayi Mereka. Studi baru dari Elife ini menunjukan bahwa stress karena kehamilan mungkin memiliki efek Jangka panjang bagi si anak.

Stress Kala Hamil Pengaruhi Otak Bayi

Tim Peneiti, yang dipimpin langsung oleh University Of Edinburgh. mencoba mengumpulkan beberapa sampel rambut dari 78 perempuan yang hamil. Guna untuk mempelajari kadar kortisol mereka dalam 3 bulan sebelumnnya.

Kortisol ini dikaitkan akan bisa memberikan respon tubuh pada stress. Yang dimana semakin tinggi kadarnya, maka akan semakin tinggi tingkat Kestresan yang dialami oleh seseorang tersebut.

Cara ini sebenarnya pertama kali para peneliti tersebut menggunakan kadar hormon kortisol ibu. agar bisa mempelajari kaitan dengan perkembangan otak bayi. Ini sendiri juga memiliki peran dalam pertumbuhan janin. Studi sendiri juga melibatkan janin.

Studi ini sendiri juga melibatkan pemindaian otak bayi dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging atau MRI ketika mereka sedang tidur. Temuan ini juga menunjukan bahwa kortisol yang tinggi dirambut dapat di kaitkan dengan pertumbuhan Struktural.

para peneliti sendiri mengatakan ini mungkin menjadi alasan kenapa anak anak yang ibunya memiliki tingkat stres ketika kehamilan. Lebih cenderung memiliki masalah emosional ketika mereka dewasa.

Mereka memaparkan bahwa penelitian tersebut tidak memasukan analisis emosi pada anak anak. Oleh karena itu para ahli sendiri menyarankan agar ibu yang merasakan stress besat selama dan setelah kehamilan sebaliknya mencari bantuan dari orang yang meneka cintai.

Studi ini juga menyoroti pentingnya mendukung kesehatan mental dan fisik ibu hamil untuk mensejahtrakan mereka serta juga bayi nya.