Juli 28, 2021

Berita Update

Beritaindo-news.com | Informasi Berita Terupdate Hari Ini

Kerusuhan Myanmar Makin Luas, Ratusan Orang Lari Ke India

Kerusuhan Myanmar Makin Luas, Ratusan Orang Lari Ke India

Kerusuhan Myanmar Makin Luas, Ratusan Orang Lari Ke India

Beritaindo – Kerusuhan Myanmar Makin Luas, Ratusan Orang Lari Ke India – Tak tanggung-tanggung. Terdapat 200 200 polisi Myanmar beserta denga keluarganya melarikan diri ke India setelah kondisi negara kacau akibat aksi kudeta militer. Aksi melarikan diri ke negara India timur laut Mizoram ini dikarenakan para polisi yang kabur ini tidak mau mematuhi perintah junta militer Mnyanmar yang kini sedang berkuasa.

Seperti yang dilangsir Channel News Asia, Sabtu (13/3/2021), junta militer Mnyanmar memerintahkan bawahanya untuk menindak para demonstran dengan kekerasan dibeberapa daerah Mnyanmar. Seorang polisi sempat mengaku bahwa mereka diperintahkan untuk menembak para demonstran. Menurut laporan penyelidik HAM Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sedikitnya 70 orang tewas dalam unjuk rasa sejak kudeta 1 Februari lalu.

Hingga Jumat ini, sejumlah penjabat keamanan India ini menyatakan total 264 orang telah kabur dari Myanmar. Angka itu termasuk 198 polisi Myanmar dengan anggota keluarganya.

“Alasan untuk datang dari Myanmar ke India adalah karena saya tidak ingin bertugas di bawah junta militer.”  Ungkap salah satu polisi Myanmar yang tidak mau menyebutkan namanya, kepada AFP.

Kerusuhan Myanmar Makin Luas, Ratusan Orang Lari Ke India

“Alasan kedua adalah jika saya mundur dari junta militer dan saya bergabung dengan rakyat, saya yakin kita bisa memenangkan perang melawan junta militer,” terangnya.

Polisi Myanmar tersebut juga menambahkan bahwa pihak junta militer Myanmar melakukan “pemukulan dan penyiksaan sesuka keinginan mereka”.

“Saya menyaksikan polisi menangkap sebanyak orang orang. Bahkan orang-orang yang tidak ikut aksi protes dan berdiri di pinggir untuk sekadar menonton atau mengambil foto,” tambahnya.

Penjabat keamanan India telah memulangkan sekitar delapan warga Myanmar yang nekat ingin melintasi perbatasan. Saat ini, seorang kepala desa setempat mengatakan kepada AFP bahwasanya ada puluhan orang yang kabur dari Myanmar dan masih menunggu di perbatasan untuk bisa masuk ke India.

Aksi kudeta militer ini masih terjadi hingga makin meluas sekarang ini. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) sangat mengutuk kepada aparat Myanmar yang melakukan kekerasan dan kekuatan mematikan aparat Myanmar terhadap pengunjuk rasa damai pro demokrasi.

“Tanggapan represif ini telah merenggut nyawa enam perempuan dan mengakibatkan penangkapan hampir 600 perempuan. Termasuk perempuan muda, LGBTIQ, dan aktivis masyarakat sipil,” uangkap Direktur Eksekutif UN Women Phumzile Mlambo-Ngcuka dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (12/3/2021).

“Selain itu, mereka yang ditahan juga dikabarkan mengalami pelecehan dan kekerasan seksual,” tambahnya.

Baca Juga : Juventus Akan Melepas Ronaldo, Apa Kata Zinedine Zidane?