Mei 15, 2021

Berita Update

Beritaindo-news.com | Informasi Berita Terupdate Hari Ini

Sengketa Lahan, Rumah di Celudug Ditutup Paksa

Sengketa Lahan, Rumah di Celudug Ditutup Paksa

Sengketa Lahan, Rumah di Celudug Ditutup Paksa

Beritaindo – Sengketa Lahan, Rumah di Celudug Ditutup Paksa – Warga Tajur, Ciledug, Kota Tangerang, Banten, ditutup paksa dengan tembok beton setinggi dua meter. Peristiwa ini sempat menjadi viral karena beberapa kali di unggah di akun media sosial Instagram oleh pemilik akun @viralciledug (11/3/2021).

Pemilik bangunan, Asep Waini Munir (28) mengatakan ia dan keluarganya harus memanjat pagar beton jika ingin keluar masuk ke rumahnya. Penutupan pagar beton ini adalah permasalahan sengketa tanah yang tidak selesai sejak tahun 2019.

Menurut pengakuan asep, kakeknya, Munir (kini sudah meninggal), membeli bangunan yang dilelang bank pada 2016.

“Sekitar tahun 2016 (membeli bangunan) dengan harga murah melalui proses lelang, lengkap dengan bangunannya,” kata Asep ketika ditemui, Jumat (13/3/2021).

” Pada tahun 2019, enggak tahu pemilikannya tanahnya seperti apa, dari ahli warisnya itu tiba-tiba mengaku kalau jalan di depan bangunan ini masih milik keluarganya dia,” terang Asep.

Sengketa Lahan, Rumah di Celudug Ditutup Paksa

Kapolsek Ciledug, Kompol Wisnu Wardana membenarkan tentang adanya penutupan akses rumah warga ciledug. Wisnu mengatakan penutupan dilakukan karena ada masalah sengketa lahan yang belum terselesaikan. Lahan ini sejak tahun 1990-an sudah menjadi lahan sengketa.

“Jadi dulu ada dari H Anas yang punya lahan berupa kolam di sekitarnya ini, kemudian diagunkan di bank swasta. Di Karena tak bisa melunasi utang tersebut, akhirnya lahan itu dilelang. Lelang tersebut kemudian dimenangi oleh H Munir,” jelas Wisnu di Ciledug, Sabtu (13/3/2021).

Wisnu juga menjelaskan H Munir telah meninggal, rumahnya kini ditempati oleh istrinya, Hadiyanti. Namun, anak H Anas, Rully, mempermasalahkan lahan yang ada di depan tanah milik H Munir.

Asep menyebutkan, ahli waris tersebut juga mengakui jalan selebar 2,5 meter di depan rumah nya merupakan hibah dari keluarganya kepada pemerintah. Ada jalan 5 meter, 2,5 meter itu hibah dari masyarakat dan 2,5 meter adalah hibah dari ayah Saudara Rully dulunya. Di tahun 1990 sudah digunakan jalan ini,” terang Wisnu.

Oleh karena itu, ahli waris membangun dua dinding sepanjang kurang lebih 300 meter di jalan di depan bangunan fitness yang juga rumah Asep tersebut. Ketinggian dinding mencapai 2 meter dengan jarak dinding 2.5 meter dengan panjang dari depang gang hingga ujung gang sekitar 300 meter.

Saat ini kami masih mempunyai akses masuk 2.5 meter. Akses masuk ini bertahan hingga 17-18 bulan. kejadian ini tanggal 21 Februari 2021 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu kondisi disini banjir deras, air luapan, kali tak bisa nampung, sehingga air luber keluar hingga dada orang dewasa. Sehingga dinding pembatas tersebut roboh.

Pemilik lahan yang ditembok ini tak terima dan menuduh ibu saya yang ngehancurin dinding itu, padahal itu kan karena banjir,” jelas acep.

“Ibu saya juga perempuan dan sudah berumur 60 tahun, tidak mungkin mampu ngehancurin dinding pembatas itu,” terangnya.

Tak hanya itu, dikarenakan tidak mempercayai dinding tersebut roboh akibat banjid. Si ahli waris mendatangi kediaman Asep dan gedung fitness engancam ibu Asep dengan membawa senjata tajam. Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian,” tambahnya

Baca Juga : Kalah di Liga Champions Akhirnya Ronaldo Buka Suara